Sifat Aluminium: Definisi, Reaksi dan Kegunaannya

Gopena, Sifat Aluminium– Aluminiumadalah salah satu jenis logam yang sangat banyak dimanfaatkan untuk memudahkan aktivitas manusia.

Sifat aluminium yang kuat tapi tetap ringan, membuatnya memiliki banyak kelebihan dibandingkan logam lain, seperti baja, besi, atau logam lain yang relatif lebih berat.

Di dunia, aluminium menjadi salah satu jenis unsur yang ketersediaannya paling melimpah di samping oksigen dan silika.

Aluminium juga merupakan logam yang paling banyak terkandung pada kerak bumi. Bahkan sekitar 8% kerak bumi terdiri dari ikatan logam aluminium. Berikut info selengkapnya:

Pengertian Aluminium

Aluminium adalah suatu logam yang berasal dari mineral bauksit.

Aluminium didapat dari proses bayer bauksit, yaitu memurnikan bauksit hingga diperoleh bijih alumina murni yang nantinya akan diproses lebih lanjut untuk mendapatkan logam aluminium yang siap pakai.

Proses tersebut disebut juga dengan proses hall-heroult yang menggunakan sel elektrolit, untuk mengkonversi alumina menjadi aluminium dan siap diolah menjadi produk lain yang lebih bermanfaat bagi manusia.

A. AluminiumSecara Kimia

Di tabel periodik, aluminium adalah unsur ke 13. Meskipun jumlahnya sangat banyak yakni mencapai 8% dari kerak bumi, namun alumunium tidak pernah ditemukan secara murni di alam.

Dengan kata lain, aluminium selalu ditemukan bercampur dengan unsur lain.

Hal ini dikarenakan aluminium merupakan logam yang sangat reaktif.

Sehingga dengan tingkat entropi yang tinggi di alam, aluminium akan sangat mudah menjalin ikatan dengan unsur lain yang juga sama-sama reaktif maupun non reaktif.

Salah satu unsur yang paling banyak ditemukan berikatan dengan aluminium adalah oksida. Itulah kenapa alumunium yang belum murni banyak disebut sebagai aluminium oksida.

Sedangkan sumber daya alam yang ditambang untuk senyawa ini adalah bauksit. Begitulah daur hidup tambang aluminium.

B. Aluminium Menurut Para Ahli

Sedangkan menurut para ahli, aluminium memiliki definisi tersendiri. Menurut Daryanto (2009), aluminium adalah sebuah logam yang tidak begitu kuat dan juga tidak begitu keras tetapi kenyal.

Aluminium memiliki berat jenis yang cukup rendah yaitu 2,6 dan memiliki warna putih kebiru-biruan.

Sedangkan menurut Sumantor (2005), aluminium adalah logam yang sangat ringan (mengacu pada massa jenis aluminium yang hanya 2,6 atau 1/3 dari massa jenis tembaga). Tahanan jenis 2,8 x atau 1,25 kali tahanan jenis tembaga.

Hingga saat ini, permintaan aluminium selalu terus stabil di angka yang tinggi bahkan terus meningkat dengan berkembangnya dunia industri terutama industri elektronik.

Permintaan aluminium di dunia saat ini adalah 29 juta per tahun. Dengan pembagian 22 juta ton permintaan aluminium baru.

Sedangkan sisanya adalah permintaan alumunium daur ulang. Penggunaan aluminium daur ulang ini cukup menarik baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi lingkungan.

Perlu diketahui, dibutuhkan energi sebesar 14.000 kWh untuk mengubah 1 ton aluminium bekas menjadi alumunium baru.

Sebaliknya, hanya dibutuhkan sekitar 5% dari energi tersebut untuk melebur dan mendaur ulang satu ton aluminium.

Sifat-Sifat Aluminium

Sifat-Sifat Alumunium
youtube.com

A. Sifat Kimia

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, aluminium merupakan logam ringan yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

Oleh karena itu, aluminium memiliki sifat-sifat unik yang membedakannya dengan unsur logam lainnya.

Beberapa sifat dari aluminium antara lain, aluminium memiliki massa jenis 2,6.

Di tabel periodik, aluminium memiliki nomor atom 13  dan berat per atom 26,98 gram per mol (sma). Aluminium memiliki struktur kristal FCC. Ini membuat alumunium tetap ulet meskipun berada di temperatur yang rendah.

B. Sifat Fisika

Keuletan yang dimiliki oleh aluminium ini membuatnya mudah dibentuk, sehingga aluminium memiliki sifat mudah dibentuk.

Memang, walaupun termasuk salah satu jenis logam, namun aluminium adalah logam yang lunak dan mudah dibentuk. Tidak seperti logam yang lebih keras seperti besi dan baja.

Sayangnya, kelunakan dari aluminium juga menjadi kelemahan tersendiri. Aluminium memiliki tingkat kekerasan yang rendah, sehingga kurang cocok digunakan pada konstruksi yang membutuhkan kekuatan tinggi.

Sebagai logam ringan, aluminium memiliki karakteristik densitas 2,7 g/cm3.

Sifat aluminium di atas membuatnya sangat baik untuk dipadukan dengan unsur lain, sehingga mendapatkan sifat yang tidak ditemukan pada logam lain. Sedangkan sifat lain dari aluminium yaitu:

  • Tahan korosi
  • Ringan
  • Penghantar listrik dan panas yang baik (konduktor)

Lapisan ini merekat pada aluminium dengan sangat kuat dan stabil. Oksida aluminium tidak akan bereaksi dengan lingkungan sekitarnya sehingga membuatnya mampu melindungi logam inti dari korosi.

Itulah kenapa kita jarang melihat aluminium berkarat.

Sayangnya, sifat tahan korosi ini menimbulkan konsekuensi tersendiri. Adanya lapisan oksida aluminium membuatnya susah untuk dilas maupun disolder.

Berikut tabel lengkap dari sifat aluminium:

Massa jenis (20oC) 2,69
Panas jenis 0.222
Titik cair 660,2
Tahanan listrik (%) 64.94
Hantaran listrik koefisien temperature (/C) 0.004249
Koefisien pemuaian (20 – 100oC) 23.86 x 10-6
Jenis kristal fcc,a = 4.013 kX

Reaksi Aluminium

reaksi aluminium dengan asam sulfat
unsplash.com

Setelah mengetahui sifat aluminium, sekarang mari beralih ke reaksi aluminium. Melakukan reaksi pada aluminium bertujuan untuk memperbaiki sifat dari aluminium itu sendiri.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, dengan sifat yang dimilikinya, aluminium memiliki banyak kelemahan yang harus diperbaiki. Berikut ini beberapa jenis reaksi aluminium:

1. Jenis Al-Murni Teknik

Aluminium pada reaksi atau paduan ini akan diperkuat sifat tahan korosinya. Pada paduan ini, aluminium akan direaksikan dengan silikon dan besi. Perbandingannya adalah aluminium sebanyak 99% dan sisanya adalah unsur pengotor.

Campuran ini membuat aluminium lebih mudah dilas dan dapat dipotong dengan bentuk yang lebih baik. Dengan demikian, aumunium menjadi lebih berguna karena sifatnya lebih fleksibel.

2. Jenis Al-Mn

Pada reaksi jenis ini, aluminium akan dipadukan dengan unsur mangan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kekuatan dari aluminium tanpa menghilangkan sifat dasarnya seperti tahan korosi.

Hasilnya adalah sebuah aluminium yang lebih kuat daripada aluminium murni.

3. Jenis Al-Mg

Paduan ini mencampurkan antara aluminium dengan magnesium dengan perbandingan aluminium 95% dan magnesium 5%. Percampuran ini tidak mengubah sifat aluminium secara signifikan.

Hanya saja paduan ini banyak dipakai untuk aluminium lembaran yang biasa dipakai pada kendaraan.

Kegunaan Aluminium

Fungsi dan manfaat alumunium
aluwindu.com

Sebagai bahan yang sangat fleksibel, aluminium sudah digunakan untuk berbagai macam keperluan manusia. Berikut beberapa di antaranya:

  • Aluminium foil, bahan ini sering dipakai sebagai kemasan atau alat pembungkus. Pembungkus menggunakan aluminium foil memiliki banyak keunggulan, seperti lebih kuat, tidak mudah rusak, dan lebih tahan panas.
  • Aluminium sheet, sebuah lembaran aluminium yang sering dipakai sebagai bodi kendaraan seperti mobil dan bus.
  • Bahan pencampur logam lain, pada fungsi ini aluminium seringkali digunakan sebagai campuran logam lain untuk mendapatkan sifat yang sebelumnya tidak dimiliki oleh logam tersebut.
  • Peralatan masak, sekarang sudah banyak peralatan memasak yang memanfaatkan aluminium karena sifat aluminium yang cukup unik.

Sebagai logam ringan, aluminium memiliki banyak manfaat dan digunakan di berbagai industri di dunia.

Bahkan aluminium dengan sangat mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada peralatan memasak, pada kendaraan, baterai, dan lain-lain.


Sekian pembahasan mengenai aluminium , mulai dari definisi, reaksi hingga sifat aluminium. Semoga bermanfaat dan terimakasih

Leave a Comment