Pengertian Die Casting: Jenis, Fungsi Hingga Prinsip Kerja

Gopena, Pengertian Die Casting – Pada kegiatan industri, ada banyak hal yang membutuhkan teknik pengecoran. Salah satu teknik cor yang banyak digunakan saat ini adalah teknik die casting.

Pengertian die casting sendiri adalah sebuah bentuk pengecoran logam yang menuangkan logam cair ke sebuah cetakan agar membentuk cetakan tersebut.

Teknik die casting sudah menghasilkan banyak peralatan yang membantu aktivitas manusia. Teknik ini berperan besar pada peradaban manusia selama ini.

Lalu, bagaimana detail dari die casting? Apa saja jenis-jenis die casting? Untuk informasi selengkapnya mari simak pembahasan berikut ini:

Pengertian Die Casting

Seperti yang kita tahu selama ini, pengecoran adalah aktivitas yang melibatkan sebuah mesin pencetak. Ada banyak jenis mesin pencetak untuk proses pengecoran.

Ada yang masih menggunakan alat pencetak tradisional, ada juga alat pencetak modern, yang terakhir adalah yang banyak digunakan saat ini.

Salah satu alat pencetak pada teknik pengecoran adalah die casting.

Pengertian die casting adalah sebuah mesin pencetak yang digunakan pada teknik pengecoran logam. Mesin ini terdiri dari beberapa bagian yang terbuat dari bahan yang sangat kuat.

Bahan penyusun die casting terbuat dari baja yang tahan panas, tahan dengan proses tempering, koefisien muai panas yang tinggi, dan memiliki konduktivitas panas yang baik.

Sifat-sifat ini diperlukan karena die casting dipakai pada teknik pengecoran logam yang notabene memerlukan suhu yang sangat tinggi.

Metode pengecoran menggunakan die casting sangat cocok untuk membuat bahan dengan dinding yang tipis.

Beberapa benda yang dibuat dengan teknik antara lain peralatan kecil, peralatan logam rumah tangga, komponen pada kendaraan bermotor, dan motor listrik.

Hasil cor menggunakan die casting sangat baik secara presisi dan memiliki kualitas permukaan yang halus. Namun, tidak cocok untuk membuat benda yang besar atau memiliki detail yang tinggi.

Selain itu, dari segi ekonomi teknik ini memberikan keuntungan yang sangat tinggi.

Melakukan pengecoran dengan menggunakan teknik die casting juga sangat efisien dari segi waktu karena proses bisa selesai dengan waktu yang relatif cepat jika dibandingkan dengan teknik pengecoran lain.

Efektifitas yang dimiliki oleh teknik ini membuatnya sangat banyak digunakan di skala industri.

Jenis Die Casting

Jenis Die Casting
wira.co.id

Die casting sendiri ternyata terdiri dari dua jenis, yang memiliki karakteristik masing-masing. Adapun penjelasan tentang kedua jenis die casting adalah sebagai berikut:

1. HCDC (Hot Chamber Die Casting)

Mesin die casting jenis ini memiliki melting unit dan injection unit yang langsung menjadi satu dalam satu bagian.

Jadi, logam cair dari melting unit langsung bisa dimasukkan ke tahap die casting menggunakan injection unit. Mesin ini beroperasi pada tekanan 5.600 psi  – 22.000 psi.

Mesin ini beroperasi dalam waktu yang cepat dan bervariasi.

Untuk produk berukuran kecil, mesin HCDC hanya akan beroperasi selama satu detik sedangkan untuk komponen yang lebih besar dan lebih berat akan memakan waktu kurang lebih 30 detik.

Hot chamber die casting biasa digunakan untuk logam yang mudah meleleh atau memiliki titik leleh yang rendah seperti seng dan timbal.

Menggunakannya pada bahan yang memiliki titik leleh tinggi tidak direkomendasikan karena dapat menyebabkan kerusakan di bagian injeksi.

Salah satu kelebihan dari menggunakan jenis die casting ini adalah produk sangat minim mengalami oksidasi. Sehingga produk yang dihasilkan memiliki tingkat kekuatan yang tinggi dan tidak mudah rapuh.

2. CCDC (Cold Chamber Die Casting)

Pengertian die casting jenis ini adalah kebalikan dari HCDC, dimana pada mesin ini melting unit dan injection-nya dibuat terpisah.

Sehingga lelehan logam harus dipindahkan terlebih dahulu dari melting unit ke injection untuk diproses lebih lanjut.

Pada mesin jenis ini, kontak antara injection unit dan lelehan logam terjadi sangat cepat. Ini membuat komponen injection unit lebih tahan lama karena tidak lama terkena panas.

Proses kerja dari alat ini yaitu logam mula-mula dilelehkan dahulu di melting unit kemudian dituangkan secara manual ke injection unit.

Setelah itu, lelehan logam akan didorong secara hidrolis agar masuk ke proses die casting.

Die casting jenis ini cocok untuk logam dengan titik leleh yang tinggi seperti magnesium dan alumunium.

Prosesnya pun cukup cepat. Mesin ini diketahui mampu menghasilkan produk sebanyak 100 sampai 150 produk per jam.

Peralatan Mesin Die Casting

Peralatan Mesin Die Casting
edelstahl.com

1. Melting Unit

Seperti yang telah disebutkan pada jenis-jenis die casting, mesin ini memiliki bagian yang bernama melting unit.

Sesuai namanya, bagian ini berfungsi sebagai penampungan logam yang sudah leleh atau yang akan dilelehkan. Bagian ini umumnya berupa furnace yang dapat melelehkan logam dengan suhu yang sangat tinggi.

2. Injection Unit

Injection unit adalah bagian pada teknik die casting yang berfungsi untuk mendorong logam cair ke dalam die.

Logam yang sudah dilelehkan sebelumnya pada melting unit ditekan atau diinjeksikan ke dalam die untuk diproses lebih lanjut.

3. Die Unit

Ini adalah tempat dimana proses utama dilakukan. Die unit adalah bagian yang berupa cetakan permanen yang berfungsi untuk mencetak logam cair yang diinjeksikan dari melting unit.

Cetakan ini memiliki rongga yang akan diisi lelehan logam.

Die unit sendiri memiliki dua bagian yaitu bagian diam (fixed die) dan bagian cetakan bergerak (setengah bagian cetakan bergerak).

Setelah logam dalam die unit sudah mengeras dan suhunya turun, bagian bergerak akan membuka dan produk akan terdorong coran oleh injektor.

Kelebihan dan Kekurangan Die Casting

Kelebihan dan Kekurangan Die Casting
phbcorp.com

Kelebihan:

  • Dapat membuat produk dengan dinding tipis dan presisi
  • Kualitas permukaan produk yang baik
  • Waktu proses yang sangat singkat
  • Dapat menghindari ukuran yang berlebihan
  • Kualitas produk yang lebih baik

Kekurangan:

  • Harga mesin mahal yang membuat biaya awal menjadi lebih tinggi
  • Biaya operasional mesin tinggi
  • Lebih banyak material yang terbuang dalam bentuk residu

Prinsip Kerja Die Casting

Prinsip kerja dari die casting adalah pertama logam dilebur dahulu di dalam melting unit.

Di sini logam dipanaskan dengan suhu yang sangat tinggi di bagian furnace. Furnace akan memberikan suhu mencapai atau bahkan melebihi titik leleh dari setiap logam yang sedang dilelehkan.

Setelah logam cukup leleh untuk proses pengecoran, lelehan logam diteruskan ke bagian injection unit.

Di sini lelehan logam diberikan tekanan yang sangat tinggi agar terdorong ke bagian die unit. Karena tekanannya sangat tinggi, dibutuhkan sebuah alat pengompres dies yang terbuat dari tools steel.

Pada proses kerjanya, akan mengunci dan menutup barulah kemudian lelehan logam ditekan ke dalam die unit. Di dalam die unit logam cair tadi diproses agar memenuhi cetakan. Setelah itu, ditunggu hingga suhu dari lelehan logam menurun dan teksturnya kembali mengeras.


Itulah informasi lengkap tentang pengertian die casting, jenis-jenis, kelebihan kekurangan, dan prinsip kerjanya.

Memiliki pengetahuan tentang die casting sangat penting dan sangat bermanfaat bagi Anda yang sedang atau akan menggeluti bidang tersebut.